Semangat Gotong-Royong Warnai Pembangunan Jalan Setapak di Kampung Bokeko-Naru

Para Kaum Ibu Ikut serta membangun JAlan Setapak di RT 3 kampung Bokeko desa Naru kecamatan Bajawa.

PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS

Pelatihan Pengolahan sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

Kegiatan Sosialisasi Awal Lokasi Baru di Desa Ngoranale

Masyarakat sedang mengikuti pemaparan dari fasilitator tentang siklus Masyarakat(Sosialisasi Awal)

Pembangunan Rabat Beton Oleh KSM Kampung Baru Kabupaten Sikka

Para masyarakat Bergotong Royong Membangun Jalan Setapak 76 m yang dipimpi oleh Ketua RT 07/RW 09

5 Mei 2013

PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS Kerjasama Antara BKM Wiu Riwu Kelurahan Trikora Dengan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Ngada

Dalam kehidupan masyarakat diwilayah perkotaan, tidak akan pernah lepas dari yang namanya sampah baik sampah organik maupun sampah non organik, dan kedua sampah tersebut setiap hari dihasilkan dan selalu menjadi permasalahan pemerintah dan masyarakat kota termasuk di Bajawa ibu kota kabupaten Ngada. Sampah telah menjadi momok bagi masyarakat perkotaan  karena menjadi pemicu  sumber penyakit dan sumber konflik sosial terutama dilingkungan permukiman karena disebabkan oleh bau busuk, kotor dan so pasti mengusik siapa saja ketika melihat dan melewati sampah yang berserakan maupun yang tertumpuk. Sampah memang tidak akan pernah habis  bagaimana mungkin berkurang apalagi habis??? karena setiap hari sampah selalu dihasilkan.
Kita semua pasti sependapat seia sekata memandang bahwa sampah itu kotor, bau busuk ! Barang atau sesuatu yang tidak berguna lagi. Tapi image tersebut sekarang perlu harus dirubah karena sesuatu yang dianggap tidak berguna (terbuang), ternyata masih menyimpan nilai ekonomis dan bisa menjadi sesuatu yang berguna artinya sebelumnya dianggap masalah tapi ternyata justru masih dapat dirupiahkan dan menjadi potensi sumber penghasilan tambahan bagi rumah tangga. Terkait dengan penanganan sampah, didaerah-daerah lainnya sudah banyak dikembangkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, sampah plastik diproses menjadi biji-bijian plastik, kertas dan kardus disulap menjadi kertas /kardus daur ulang.
Bajawa sebagai ibukota Kabupaten Ngada harus menjadi contoh bagaimana menyelesaikan masalah persampahan dan pengelolaan yang benar juga bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya. Dengan motto “Wujudkan Bajawa Sebagai Kota Sahabat yang Bersih dan Hijau” (demikian dikatakan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup kabupaten Ngada). Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Badan Lingkungan Hidup yang dikomandani Hilarius Sutanto melakukan kerjasama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wiu Riwu Kelurahan Trikora Kecamatan Bajawa dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mora Sama dalam mengelola persampahan.
Kerjasama antara BLH Kab. Ngada dan BKM Wiu Riwu serta KSM Mora Sama Kelurahan Trikora disepakati antara keduanya dan disaksikan oleh Lurah Trikora, kerjasama kemitraan ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) kabupaten Ngada meluncurkan dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar Rp. 90.000.000,- sedangkan masyarakat melalui BKM menyiapkan lahan sebagai lokasi untuk pembangunan rumah mesin pengolah sampah termasuk gudang serta menyiapkan tenaga kerja. Pada tahap awal kerjasama ini BLH menyiapkan mesin pengolah sampah dan dilanjutkan dengan mengadakan pelatihan pengolahan sampah menjadi pupuk kompos kepada BKM Wiu Riwu dan KSM Mora Sama, juga membantu mendesain kemasan produk pupuk kompos. Koordinator BKM Wiu Riwu Yosep Neko, mengatakan bahwa saat ini KSM Mora Sama telah memproduksi pupuk bokasi dalam kemasan Netto 5 Kg dengan harga jual Rp.6.000,- walaupun tempat proses produksinya masih  menggunakan salah satu ruangan di BLH. Namun untuk membangun lokasi pembuatan pupuk bokasi yang refresentatif, saat ini KSM yang dibantu Tim Fasilitator sedang merampungkan proposal usulan kegiatan pembangunan rumah mesin dan peralatan produksi lainnya senilai Rp. 90 juta (dana APBD kabupaten) untuk diajukan ke BLH lokasi pembangunan rumah mesin sudah ada dan lokasi lahan tersebut telah dihibahkan oleh pemiliknya, format proposal lanjut om Yoseph, menggunakan format proposal kegiatan lingkungan P2KP, juga dibenarkan oleh ketua KSM Mora Sama, Willybrodus Roga sambil menunjukkan proposal ditangannya.
 Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Ngada, Hilarius Sutanto ketika
dikonfirmasi, membenarkan bahwa BLH yang dipimpinnya telah menyepakati kerjasama kemitraan dengan
BKM Wiu Riwu kelurahan Trikora dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Dalam kerja sama ini BLH selain mengadakan pelatihan terlebih dahulu kepada BKM dan KSM juga menyiapkan mesin
produksi dan peralatan pendukung lain seperti gerobak sampah, juga akan memberikan bantuan dana yang bersumber dari APDB sebesar 90 juta rupiah. Bahkan lanjut Pa Tanto, jika KSM Mora Sama berhasil dalam pengelolaan sampah organik ini, BLH akan melanjutkan kerjasama ini dalam pengolahan sampah plastik.
Lurah Trikora. Yoseph Bhara, SE, ketika diminta tanggapannya selaku pemerintah Kelurahan Trikora mengatakan, “saya menyambut baik kerjasama BKM dengan BLH kabupaten Ngada karena dengan adanya kerjasama ini akan membantu mengatasi masalah persampahan di Bajawa umumnya dan kelurahan Trikora khususnya, bahkan lebih dari pada ketika saya mendengarkan presentasi yang disampaikan oleh Kepala BLH kabupaten Ngada bahwa ternyata  pengelolaan sampah menjadi pupuk bokasi akan mendatangkan penghasilan baru bagi warga saya dikelurahan Trikora ini” . Lurah Trikora juga sangat antusias ketika pihak BLH akan meningkatkan program kemitraan dengan BKM dalam pengolahan sampah plastik jika BKM dan KSM Mora Sama berhasil dalam pengolahan sampah organik.

1 Mei 2013

Nikmati Air Bersih Warga Kelurahan Bajawa Syukuri dengan Menggelar Misa Kudus (Perayaan Ekaristi).



Nikmati Air Bersih Warga Kelurahan Bajawa Syukuri dengan Menggelar Misa Kudus (Perayaan Ekaristi). Perayaan Ekaristi Syukuran warga kelurahan Bajawa khususnya RT 15, 16 dan 18 yang dilaksanakan pada hari Jumat, 16 April 2010 jam 19.00 Wita. Misa Kudus (Perayaan Ekaristi) yang turut dihadiri Askot CD kabupaten Ngada bersama Tim Fasilitator 9 kecamatan Bajawa, Lurah Bajawa dan Pengurus Kolektif BKM Wiu Masa, digelar oleh warga sebagai bentuk dari luapan kegembiraan dan terima kasih mereka atas telah terselesaikanya sarana air bersih (Bak Penampung 1 unit, jaringan perpipaan dan 20 unit kran umum) yang dibiayai oleh dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan Tahap 7 sebesar Rp. 22 Juta, BLM Tahap 8 sebesar Rp. 4 Juta serta dukungan swadaya masyarakat setempat sebagai penerima manfaat. Paskalis Losa yang mewakili KSM Libra yang juga menjadi penerima manfaat menyampaikan sambutannya setelah Perayaan Ekaristi selesai, mengatakan kini kerinduan warga untuk mendapatkan dan menikmati air bersih telah terpenuhi berkat bantuan PNPM Mandiri Perkotaan “aer so dekaaat”! yang langsung disambut tawa ceria oleh hadirin. Jadi tidak perlu lagi dengan susah payah terutama mama-mama dan anak-anak ambil air di kali, selain itu atas nama KSM juga Paskalis menyampaikan ucapan terima kasih terutama peran aktif warga yang sangat luar biasa yang sudah memberikan kontribusi baik dalam bentuk tenaga kerja, bahan/alat maupun melalui pelayanan konsumsi yang dilakukan secara bergiliran selama proses pelaksanaan hingga akhir penyelesaian sarana air bersih, sehingga jika dihitung kontribusi kita dalam pembangunan sarana air bersih ini sudah lebih besar dari separuh dana BLM yaitu kurang lebihnya sebesar Rp 15 Juta. Dalam Perayaan Ekaristi tersebut diakhiri dengan acara Serah Terima Sarana Air Bersih oleh KSM Libra kepada Tim Pemelihara dan Pengelola Sarana dengan menanda tangani berita acara serah terima. Proses Pelaksanaan Sarana Air Bersih Begitu ditetapkannya kegiatan pembangunan sarana air bersih dalam Bappuk BLM Tahap 7 oleh BKM Wiu Masa kelurahan Bajawa, KSM menggelar rapat yang melibatkan warga serta turut dihadiri oleh Fasilitator Teknik P. Florius Wogo, ST, membahas dan menyepakati langkah-langkah pelaksanaan kegiatan sebagai upaya untuk membangun komitmen warga (kontribusi bentuk swadaya warga selaku penerima manfaat) seperti pengaturan tenaga kerja dan konsumsi selama pekerjaan dilaksanakan, jadwal kerja serta rencana pemanfaatan dan pemeliharaan sarana air bersih ketika sudah selesai dikerjakan kelak. Dengan motivasi dan kerinduan yang sama akan kehadiran fasilitas air bersih, nuansa kebersamaan dalam musyawarah begitu tampak sehingga beberapa kesepakatan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan pembangunan sarana air bersih dapat dicapai dengan mudah. Selanjutnya beberapa rumusan kesepakatan tersebut dengan difasilitasi oleh Faskel Teknik dituangkan dalam berita acara. Bukti kesungguhan dan komitmen warga atas kesepakatan yang telah ditetapkan dalam rapat persiapan sebelumnya, mereka nyatakan lewat kebersamaan dan peran aktif warga yang secara gotong-royong selama kegiatan berlangsung mulai sejak pembersihan lokasi, pemasangan jaringan pipa hingga pembangunan pilar kran umum baik laki-laki maupun perempuan menyatu dengan penuh semangat dalam proses pekerjaan. Hal yang sangat mengagumkan dari proses kegiatan pembangunan sarana air bersih tersebut adalah saat pelaksanaan pekerjaan pengecoran bak penampung dengan ukuran 4 x 4 x 3 meter berkapasitas ……m3 itu, di kerjakan sekaligus sampai penutup bak mulai jam 8.00 pagi hingga jam 18.00 malam pekerjaan pengecoran tuntas. Alasan mendasar pelaksanaan pekerjaan pengecoran dilaksanakan sekaligus sampai pengecoran penutup bak, menurut ketua KSM Libra Lukas Moreng adalah alasan dari aspek teknik konstruksi agar lebih kuat selain itu tambah Lukas adalah sambil menunggu cor kering untuk dilanjutkan plesteran dan acian, kami mengerjakan instalasi jaringan pipa. Serah Terima Sarana Air Bersih dari KSM kepada Tim Pemelihara dan Pengelola Sarana. Setelah semua kegiatan pekerjaan sarana air bersih dinyatakan selesai, pengurus KSM Libra menginisiasi lagi dengan menggelar rapat bersama warga dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus musyawarah membentuk Tim Pemelihara dan Pengelola Sarana, termasuk menyepakati bentuk kegiatan pemeliharaan dan iuran air bersih. Berdasarkan hasil musyawarah tersebut terbentuklah Tim Pemelihara dan Pengelola Sarana yang diketuai oleh Paskalis Losa sedangkan iuran air bersih disepakati dan ditetapkan sebesar Rp. 25 Ribu per KK per Tahun. Begitu selesai menyepakati dan menetapkan beberapa hal tersebut diatas, tercetuslah ide dari warga untuk menggelar Misa syukuran sekaligus sebagai moment untuk dilaksanakan acara Serah Terima Sarana Air Bersih kepada Tim Pemelihara dan Pengelola Sarana. Sesuai dengan agenda yang telah direncanakan oleh KSM bersama warga sehubungan dengan penggelaran Misa Kudus sebagai ungkapan syukur pada Tuhan atas terbangunnya sarana air bersih yang juga telah mereka nikmati itu, maka dilaksanakanlah acara Spiritual Misa Kudus (Perayaan Ekaristi) yang kemudian dilanjutkan dengan acara Serah Terima Sarana Air Bersih oleh KSM Libra kepada Tim Pemelihara dan Pengelola Sarana yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima. ……. propiciat !!! (by Marius Y. Aiba/Askot CD Kab. Ngada OC 7 NTT).

Semangat Gotong-Royong Warnai Pembangunan Jalan Setapak di Kampung Bokeko-Naru


Pelaksanaan kegiatan bidang infrastruktur khususnya pembangunan jalan setapak di RT 3 kampung Bokeko desa Naru kecamatan Bajawa, mendapat respon dan antusias yang sangat baik dari warga setempat, hal ini bisa terlihat dari kebersamaan warga saat mengerjakan jalan setapak sepajang 145 meter yang bersumber dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM Mandiri Perkotaan T.A.2011 sebesar Rp.14 juta. Semangat gotong-royong yang melandasi warga kampung Bokeko dalam mengerjakan pembangunan jalan setapak tersebut adalah karena telah terakomodirnya usulan kegiatan tersebut yang merupakan kerinduan yang sudah lama didambakan warga dengan adanya jalan setapak yang permanen. Betapa tidak, selama ini warga harus ekstra hati-hati menyusuri jalan tanah yang berbatu-batu (batu lepas) yang sangat rentan mengakibatkan warga mudah terkilir atau bahkan bisa jatuh, apalagi jalannya sebagian mendaki. Monika Ripo Gomi (58 tahun) salah seorang warga penerima manfaat yang juga ikut bersama-sama dalam pengerjaan jalan setapak, meluapkan terimakasihnya kepada pemerintah lewat PNPM Mandiri Perkotaan yang telah menjawab persoalan sarana dan prasarana melalui pembuatan jalan setapak.
Kebersamaan begitu tampak terlihat baik laki-laki, perempuan, tua – muda masing-masing terorganisir dengan baik sesuai bidang tugas masing-masing, ada warga yang khusus menyiapkan campuran diarea bahan dan material yang telah disiapkan alat bantu campur berupa moleng, warga yang lainnya yang didominasi kaum perempuan dan anak-anak sedang mengantri sudah siap dengan ember cor dan sebagian lagi menggunakan karung bekas dan sak semen untuk diisi dengan campuran cor, sementara para tukang siap ditempat menata campuran cor diratakan kebadan jalan setapak. Isodorus Rau yang biasa disapa om Dorus (48 tahun) selaku Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Harapan Bersama yang mengorganisir pelaksanaan pembangunan jalan setapak,  saat berdialog dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kabupaten Ngada disela-sela pelaksanaan Pelatihan Relawan dan Lurah, menuturkan bahwa pelaksanaan pembangunan jalan setapak sesuai rencana sebagaimana disepakati dalam Musyawarah Persiapan Pelaksanaan Konstruksi (MP2K) pada tanggal 4 Juli 2011, akan diselesaikan selama 4 hari kerja, walaupun  dalam perjalanan menurut Isodorus Rau ternyata ada saja hambatan terutama hajatan dimasyarakat baik hajatan suka maupun duka apalagi sesuai dengan adat kebiasaan khusunya kami masyarakat  bajawa yang sangat kental dengan hubungan kekerabatan baik dalam 1 suku maupun antar suku, sehingga mempengaruhi proses pelaksanaan kerja melampaui target yang kami sepakati. Namun demkian jika di hitung realisasi kerja sampai hari ini efektif 6 (enam) hari kerja dan semua warga yang ikut kerja mengisi daftar hadir, dan hari ini lanjut papa Santy, kami pastikan pekerjaan jalan setapak selesai 100%. Kami sangat bersyukur dengan pola pemberdayaan dan sistim swakelola seperti PNPM Mandiri Perkotaan, masyarakat merasa sangat memiliki serta sangat mengutamakan kualitas dan mutu pekerjaan.
Leonardus Wa’o Bana selaku Koordinator Pimpinan Kolektif Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Sango Sadho yang juga berada dilokasi kegiatan, kepada Tim Monitoring menyampaikan bahwa pembangunan jalan setapak di RT 3 ini bersumber dari alokasi BLM putaran kedua tahap 2 Tahun 2011, selain kegiatan di RT 3 kegiatan infrastruktur yang bersumber pada BLM yang sama juga terdapat di RT lainnya seperti RT 2 dan 4 dimana jumlah total kegiatan bidang infrastruktur ada 5 jenis kegiatan termasuk jalan setapak di RT 3 kampung Bokeko dengan total dana bidang infrastuktur sebesar Rp. 53.750.00,- dan 1 jenis kegiatan Sosial adalah kegiatan kursus komputer sebesar Rp. 4 juta, sisanya BOP LKM sebesar Rp. 2.250.000,- Total dana BLM putaran kedua tahap 2 sebesar Rp. 60 juta. Berdasarkan mekanisme pencairan dana BLM ke KSM khusus kegiatan infrastruktur lanjut om Leo, dilakukan 3 (tiga) termin yaitu termin 1 (30%), termin 2 (60%), dan termin 3 (10%), dan hingga saat ini realisasi pencairan dana oleh LKM kepada KSM bidang infrastruktur, masing-masing telah direalisasi pencairan termin ke-2 (60%), sedangkan untuk kegiatan sosial pelatihan/kursus komputer pencairannya sudah 100%. (oleh Marius Y. Aiba/Askot CD kab. Ngada – Korkot 2 Pulau Flores OC7 NTT)